Pelajaran Bikin Bekal Sekolah Pakai Sasa Santan Kelapa di TK

December 20, 2017 | By admin | Filed in: Kesehatan dan Kecantikan.

Hari Minggu yang lalu saya meminta anak-didik saya di TK agar sama-sama datang ke sekolah. Soalnya ada ibu-ibu PKK yang mau beri penyuluhan terkait memasak puding untuk anak balita. Mereka menggunakan Sasa santan kelapa untuk bikin puding. Mengenai variasi rasanya semua sepakat hanya rasa cokelat dan vanila.

Kedatangan anak-anak TK juga diiringi oleh ibunda mereka. Semuanya sangat aktif menyimak bagaimana ibu-ibu PKK saat memberikan imbauan agar ibu-ibu di rumah sudah seharusnya bikin bekal sekolah untuk anak-anak. Soalnya biar terjamin dari segi kesehatan, rasa, maupun kedekatan antara anak dan ibu.

Saya selaku moderator sekaligus MC acara hanya menjadi jembatan komunikasi antara ibu-ibu PKK dengan ibu-ibu anak TK. Saya dibantu oleh rekan saya telah menyiapkan belasan kemasan santan kelapa produk Sasa. Para ibu-ibu yang hadir mayoritas bertanya-tanya, “Kenapa harus Sasa?”

Ibu-ibu PKK mencontohkan bikin puding vanila dan cokelat dengan santan dari Sasa itu. Saya yang tidak bersentuhan langsung pun amat terpukau. Rupanya dalam waktu singkat puding dengan rasa yang pas sudah bisa dinikmati. Ibu-ibu PKK bilang kalau sebetulnya bikin bekal makanan itu mudah. Namun kebanyakan tidak diprioritaskan.

Alhasil anak-anak yang jajan di luar bisa sembarangan makan tanpa sepengetahuan orang tua. Kalau anak-anak yang sakit, yang repot kan juga orang tua. Benar kan? Pada sesi itu banyak ibu-ibu yang mengangguk. Tak sedikit pula yang tampak kurang memahami. Tapi itu tidak jadi sebuah persoalan.

Ibu-ibu PKK bilang, terlebih lagi kalau sudah menggunakan santan kelapa dari Sasa. Pasti jauh lebih cepat dan praktis. Soalnya isi kemasan sudah matang dan bisa disajikan untuk segala jenis makanan dan minuman. Termasuk puding tentunya. Memasak bekal untuk anak sama sekali tidak menyita banyak waktu.

Justru bisa bikin pagi jadi lebih berkualitas. Diam-diam saya juga merekam penyuluhan itu dari awal hingga akhir. Tentu saja diselingi dengan catatan singkat. Soalnya sangat penting buat saya, meskipun saat ini masih jadi wanita single. Tapi kan sangat berguna kalau kelak saya sudah punya keturunan.

Ibu-ibu PKK juga mewanti-wanti agar anak-anak TK tempat saya mengajar tidak jajan sembarangan. Terlebih lagi jajanan yang harganya keterlaluan murahnya. Soalnya kalau terlalu murah sudah jelas banyak pengawetnya. Sementara puding dengan santan kelapa dari Sasa sama sekali tidak mengandung pengawet. Ini bedanya.

Bahan pengawet itu tidak berdampak dalam jangka waktu pendek. Tapi baru terasa setelah usia beranjak tua. Sebab sifatnya mengendap di dalam tubuh dan tidak akan terbuang bersama sisa makan lainnya. Jadi kalau ibu-ibu rutin memberi bekal sekolah untuk anak-anak, maka kemungkinan semacam itu akan hilang.

Penyuluhan itu ditutup dengan acara makan puding bersama. Semuanya merasa senang dan anak-anak tamak antusias. Khususnya ibu-ibu murid saya, mereka bilang kalau rasa pudingnya sama dengan puding pada umumnya. Maka dijelaskan pula kalau santan kelapa dari Sasa memang sesegar kelapa asli yang baru saja diperas.

Sepulang dari penyuluhan itu saya sangat senang. Rasanya pikiran dan hatiku benar-benar dilimpahi oleh pengetahuan baru. Pelan-pelan saya pun memakai santan kelapa cair olahan Sasa pada setiap masakan yang saya buat. Sampai ibu dan bapak saya heran dengan saya. Mungkin mereka bertanya-tanya, “Sejak kapan Marni doyan masak, ya?” Tentu saja sejak hadirnya Sasa Santan, Aslinya Santan hhe.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *