Mengetahui Arti Sebenarnya Dari Marhaban Ya Ramadhan 

May 26, 2020 | By penulis | Filed in: Informasi.

Bak Puasa Setahun, Ini 5 Keutamaan Puasa Syawal yang Wajib Kamu Tahu! 

Sebuah kalimat yang sering didengar saat hadirnya bulan penuh mulia dalam kehidupan kita adalah Marhaban Ya Ramadhan. Untuk menyambut bulan penuh berkah ini ada banyak cara yang bisa dilakukan. Misalnya saja ada yang melakukan pawai Ramadhan sebagaimana yang biasanya dilakukan oleh sekelompok pemuda muslim di depok. Mereka yang tergabung dalam komunitas Kesatuan Pelajar Muslim Depok atau KPMD ini memang menjadikan pawai Ramadhan ini sebagai salah satu aktivitas tahunan di bulan suci Ramadhan. 

Mereka melakukan pawai dengan cara long march mulai dari Balaikota Depok menyusuri jalan Margonda lalu puter balik di putaran balik pesona Khayangan. Dan mengakhiri perjalanan dengan kembali ke Balaikota Depok. 

Ada juga yang melakukan cara lain dalam menyambut Ramadhan ini, tetapi yang paling banyak adalah dengan menyelenggarakan tabligh akbar dengan tajuk : Marhaban Ya Ramadhan. Kebanyakan orang mengartikan Marhaban Ya Ramadhan ini sebagai selamat datang bulan Ramadhan. Tetapi apakah kamu tahu arti Marhaban Ya Ramadhan yang sebenarnya?

Sebenarnya tidak salah jika kata Marhaban diartikan dengan “Selamat Datang”. Tetapi perlu diketahui jika arti dari kata Marhaban tidak sesederhana itu. Marhaban diambil dari kata raheb yang memiliki arti luas atau lebar. Biasanya kata Marhaban ini diucapkan saat ada tamu yang datang, lalu sang pemilik rumah menyambutnya dengan berucap kata “Marhaban”. 

Artinya tamu yang datang akan disambut dengan penuh kegembiraan dan hati lapang. Masih ada arti lain dari raheb yaitu tempat perhentian musafir untuk memperbaiki kendaraannya dan mengambil bekal perjalanan. Lalu mengapa kata Marhaban disandingkan dengan Bulan Ramadhan? 

Pasalnya Ramadhan merupakan tamu agung sehingga pantas rasanya untuk disambut dengan penuh kegembiraan dan pastinya hati yang lapang. Kehadiran bulan Ramadhan ini dapat memberikan kesadaran pada umat Islam bahwa inilah waktu yang paling tepat untuk memaksimalkan amal shalih. Pasalnya di bulan Ramadhan ini, semua amal ibadah akan dilipatgandakan pahalanya. Dan segala halnya akan dimudahkan. 

Ustadz Adi Hidayat juga menyampaikan pendapatnya bahwa saat sedang berpuasa merupakan kondisi paling baik untuk beramal. Pasalnya saat berpuasa akan dibentenginya diri kita dari segala macam kemaksiatan. Misalnya saat ingin marah tetapi ingat sedang puasa, ingin berzinah tetapi ingat sedang puasa, dan yang lainnya. 

Saat sedang berpuasa juga amalan yang dilakukan akan menjadi jauh lebih banyak yang dapat diamalkan. Misalnya saat jam makan siang yang biasanya dimanfaatkan untuk makan siang tetapi saat sedang puasa dapat dimaksimalkan dengan membaca Al – Quran. 

Terlebih lagi saat datangnya bulan Ramadhan, dimana segala hal dikondisikan termasuk juga jam kerja. Jika biasanya kita bekerja selama 8 jam setiap hari, tetapi di bulan Ramadhan ini biasanya hanya bekerja 6 jam saja. Adanya waktu yang tersisa tersebut dapat dimaksimalkan dengan memperbanyak amal shalih. 

Melihat ada banyak peluang kebaikan yang dapat dikerjakan dan juga janji Allah yang akan melipatgandakan pahala pastinya membuat kita termotivasi dan dengan penuh suka cita menyambut bulan yang penuh berkah ini. 

Sehingga arti dari Marhaban Ya Ramadhan ini tidak hanya sekedar selamat datang bulan Ramadhan saja. Tetapi juga berarti sambutan selamat datang dengan hati yang lapang dan rasa sangat bahagia untuk tamu yang agung. 

Itulah penjelasan dari arti kalimat Marhaban Ya Ramadhan sebenarnya yang perlu kita ketahui. Dengan mengetahui arti sebenarnya diharapkan dapat memberikan manfaat dan wawasan tentang keislaman. 

 


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *