Jangan Pakai Smartphone Black Market, Inilah Alasannya!

January 12, 2017 | By admin | Filed in: Teknologi.

Kejahatan yang membidik nasabah perbankan kian marak di seantero dunia. Salah satu caranya yakni mencuri data nasabah melalui ponsel yang terkena infeksi malware. Malaware dapat mengambil data malah memodifikasi proses finansial di smartphone alias ponsel pintar, baik melalui internet banking, mobile banking dan SMS banking.

Kemungkinan malware melanda smartphone semakin meningkat di tanah air sebab maraknya peredaran smartphone Black Market (BM), terutama Android. Hal ini terjadi sebab banyak tipe ponsel laris tidak bisa masuk ke Indonesia terhambat oleh regulasi Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) yang dirilis oleh Kementrian Perindustrian.

Banyaknya smartphone 4G dari pasar gelap sebetulnya amat membahayakan konsumen, walau dibanderol dengan harga yang cukup lebih murah. Paling penting berhubungan dengan keamanan pada OS (operating sytem) nya, terutama Android yang mempunyai kemungkinan sudah dimodifikasi oleh pihak ketiga.

Kita ketahui bersama bahwa Android ini open cource (sistem yang terbuka). Alhasil siapa saja sebetulnya dapat memodifikasi OS bawaan dengan bermacam-macam tujuannya. Jika ada malware yang diselipkan ini berbahaya sekali sebab jelas akan membuat konsumen di Indonesia rugi.

Smartphone BM, khususnya dengan OS Android semestinya membawa OS Stock bukannya OS dari distributor apalagi pihak ketiga. OS Stock merupakan OS Android resmi bawaan dari pabrik/produsen sehingga dapat dikatakan aman. Sementara itu OS distributor seringkali disebut dengan istilah OS abal-abal sebab umumnya labil dan kerap dituduh memasukkan malware guna kepentingan iklan.

Smartphone BM ini jika kita lihat di pasaran tidak sedikit yang menggunakan OS abal-abal. Jelas ini menambah risiko data kita dicuri. Terlebih jika kita menjalankan transaksi keuangan melalui ponsel, besar kemungkinannya data diambil lalu proses transaksi pun dirubah.

Disamping itu eksistensi malware bawaan ini menyebabkan adanya spam iklan sehingga menjadikan penggunaan data dan baterai menjadi lebih boros. Tetapi yang sangat berbahaya ialah malware itu dapat menghimpun data pengguna, khususnya kegiatan perbankan yang memakai internet dan SMS banking.

Kecuali merugikan masyarakat Indonesia selaku konsumen, smartphone BM ini pun mengakibatkan negara kehilangan pajak yang relatif besar. Pemakaian smartphone BM dalam jumlah banyak juga dapat turut serta menaikkan jumlah fraud di dalam transaksi perbankan.

Demikianlah beberapa alasan kenapa Anda jangan memakai smartphone black market.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *