5 Tips Menyerahkan Pendidikan Seks Untuk Praremaja

January 3, 2020 | By penulis | Filed in: Sex Education.
Hasil gambar untuk 5 Tips Menyerahkan Pendidikan Seks Untuk Pra Remaja


Ketika mendengar soal edukasi seks untuk praremaja, urusan kesatu yang barangkali terlintas di pikiran Anda ialah rasa canggung. Sebagai orangtua, pahamilah bahwa pertumbuhan diri, kesehatan, dan perkembangan anak jauh lebih urgen dari rasa canggung yang muncul. Untuk menolong Anda menyerahkan pendidikan seks untuk praremaja, simak tips-tips pintar berikut ini.

  1. Membelikan buku soal pubertas, menstruasi, dan seksualitas khusus guna anak seusianya. Saat ini sudah tidak sedikit tersedia di toko buku sekian banyak  literatur bergambar seputar edukasi seks yang dapat dipahami anak dengan mudah. Letakkan buku-buku itu di kamar anak. Lalu katakan, “Ayah/ Ibu punya kitab bagus yang urgen untuk anda baca. Tolong dibaca baik-baik, nanti bila ada pertanyaan langsung tanya pada Ayah/ Ibu, ya.”
  2. Bangun keadaan yang nyaman guna berdiskusi, misalnya saat suasana hati anak sedang baik. Agar tidak terlampau canggung, mulailah dengan pendahuluan seperti, “Di sekolah Kakak telah diajari apa saja? Sudah belajar soal reproduksi belum?” Dari situ, biarkan percakapan mengalir dengan alami. Bagi memancing perhatian anak, jajaki katakan, “Dulu masa-masa Ayah/ Ibu seusiamu, kami penasaran apa tersebut mimpi basah dan masturbasi. Kalau anda bagaimana?”
  3. Jangan berbelit-belit. Kalau kita bicara berputar-putar, anak bakal kehilangan minat dan salah tangkap. Atau ia bakal merasa bahwa merundingkan seks tersebut tabu dan tak pantas. Saat menyatakan apa tersebut seks, Anda dapat bilang, “Seks terjadi saat dua orang dewasa telah siap (atau telah menikah) dan saling mencintai. Penis laki-laki bakal masuk ke dalam vagina wanita. Kemudian penis akan menerbitkan cairan yakni sperma. Sperma bakal bertemu dengan sel telur perempuan dalam rahim. Kalau ini terjadi, perempuan akan hamil.”
  4. Memberikan edukasi seks secara rutin dan bertahap. Tak butuh menjejali anak dengan sekian banyak  hal dalam sekali diskusi. Usahakan untuk merundingkan satu topik tertentu dalam masing-masing kesempatan. Dengan begitu, anak jadi punya peluang untuk menyerap dan menilik informasi yang didapat.
  5. Jangan berlebihan. Apabila sebuah hari anak bertanya soal seks dan kita terkejut, tidak boleh tunjukkan rasa kaget atau amarah kita pada anak. Anak bakal merasa dalam bahaya dan segan guna bertanya pada kita di peluang berikutnya. Tetap tenang dan tanyakan baik-baik dari mana anak mendengar urusan tersebut, jangan pakai nada yang mendakwa atau menginterogasi. Kemudian, berikan keterangan yang memadai. Setelah tersebut pastikan bahwa anak sudah mengetahui jawaban Anda

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *